TUGAS II JARINGAN KOMPUTER
Rangkuman Pertemuan 2 - IP Address & Subnetting
Pengertian IP Address (Internet Protocol Address)
IP Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar komputer tersebut dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 blok bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255. Contohnya seperti gambar yang tampil dibawah ini.
Bagaimana IP Address diberikan ?
Sebuah IP address sebenarnya tidak diberikan pada unit
komputernya,melainkan kepada sebuah Interface Jaringan di dalam komputer itu.
Misalnya, sebuah komputer / CPU bisa saja memiliki dua
buah interface jaringan sehingga memiliki dua buah IP Address. Pada CPU
Interface jaringan tambahan yang dimaksud biasanya berupa Lan Card.
Dalam suatu Jaringan Komputer, IP Address harus unik alias
tidak boleh sama persis dengan IP pada interface yang lain. Hal itu
dimaksudkan untuk menghindari adanya kesalahan pengiriman data.
Bentuk sebenarnya IP Address
Komputer sebenarnya hanya mengenal pengkodean on dan
off (digital), oleh karenanya semua data yang dikirim dan terima
adalah bilangan biner (hanya nol dan satu).
Misalnya ketika mengirim huruf Z maka melalui media kabel utp diciptakan
kondisi on dan off yang sangat cepat (ketika kabelnya dialiri listrik dianggap
1 dan ketika tidak dialiri listrik dianggap 0) sehingga membentuk angka angka
biner 10100100. Setelah data biner sampai ke komputer tujuan barulah
diterjemahkan kembali kedalam bentuk huruf.
Sama seperti hal diatas, bentuk IP Address yang berupa bilangan desimal
sebenarnya adalah bilangan biner yang diterjemahkan agar mudah di ingat
manusia. pada setiap titik pemisah ip address adalah terdiri dari 8 bilangan
biner sehingga totalnya menjadi 32 bit biner.
contoh penulisan ip address = 192.168.1.1
sebenarnya adalah = 11000000.10101000.00000001.00000001
ketika kita masih SMA pasti sudah diajarkan cara mengkonversi
bilangan biner ke desimal bukan ? Nah ilmu tersebut ternyata dipakai dalam
belajar IP Address ini.
Versi IP Address
Versi IP Address yang sedang kita bahas adalah IP Address
versi 4.
Faktanya versi itulah yang paling banyak digunakan pada saat ini
meskipun sebenarnya sudah ada yang lebih baru yaitu IPv6.
Perbedaannya keduanya adalah pada jumlah bit yang digunakan masing masing
versi.
Pada IPv4 terdapat 32 bit biner sedangkan IPv6 128 bit. Artinya IPv6
memungkinkan IP Address unik untuk jumlah yang sangat besar. Namun
kelemahannya akan sangat sulit untuk di hafal manusia.
agar tidak melebar, saya mengunci agar bahasan ini fokus kepada IPv4 saja.
Pengertian Network dan Host
properties ip pada windowsSebuah IP address sebenarnya terbagi menjadi dua porsi yaitu porsi Network dan porsi Host. Network merupakan bagian IP address yang menunjukan alamat atau id sebuah jaringan. Sedangkan bagian Host adalah bagian yang menunjukkan alamat komputer didalam jaringan tadi.
berkaitan dengan itu, ada beberapa aturan, antara lain :
- Semua
alamat network tersebut harus sama jika kita ingin komputer-komputer
itu bisa saling terkoneksi tanpa bantuan router.
- Dalam
sebuah network tidak boleh ada host yang sama nilainya.
Bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui porsi Network
dan host pada IP Address ? jawabannya adalah tergantung nilai subnetmask nya.
Mengenai subnet mask sudah saya bahas pada artikel Pengertian
Subnet Mask dan Prefix . Dengan membaca artikel itu anda akan mengerti
bahwa porsi network ditandai dengan bilangan biner 1 dan porsi host bilangan 0.
Pada IP address kelas C biasanya memakai subnet mask 255.255.255.0 (kalau
bentuk binernya adalah 1111111.1111111.111111.0000000) dengan kata lain,
jika ip yang kita gunakan adalah 192.168.1.1 maka 192.168.1 nya
adalah network dan 1 adalah host.
dibawah ini ada sedikit contoh penerapan ip address :
contoh sederhana penerapan ip address
Dalam penerapan ip address terdapat dua buah ip yang tidak boleh digunakan pada Host yaitu semua 0 dan semua 1 dalam bilangan biner.
jadi setiap Host tidak boleh
00000000 = 0 atau 11111111 = 255
karena alamat semua 0 pada Host merupakan IP NETWORK dan semua 1 pada Host adalah IP BROADCAST. Sehingga bisa dikatakan ip yang bisa dipakai pada Host adalah 1 sampai 254 saja. contoh ip yang tidak diperbolehkan :
00001010.00001010.00000011.00000000 = 10.10.3.0 00001010.00001010.00000011.11111111 = 10.10.3.255
Fungsi IP yang berakhiran 0 (host 0) adalah sebagai network, IP ini akan dipakai ketika kita melakukan setting pada router. sehingga ketika routing (menjalurkan) dengan tujuan suatu range IP (misal 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254) kita tinggal menyebut IP Networknya saja (192.168.1.0).
Fungsi IP berakhiran 255 (host 255) adalah sebagai broadcast. secara otomatis fungsinya adalah berteriak teriak kepada jaringan yang lain “mau nyari ip ini, dia ada di jaringanku !”
Kelas IP Address
Karena banyaknya kemungkinan angka IP Address yang bisa
digunakan maka diperlukan aturan dalam pendistribusi-annya. Oleh karena itu IP
Address di bagi ke dalam kelas kelas tertentu berdasarkan jumlah Network dan
Host nya.
Pembagian kelas IP Address bisa dibaca di NETWORKING
DASAR UNTUK CALON HACKER . Dengan membaca artikel tersebut anda juga
akan mengetahui perbedaan IP public dan IP local.
Secara garis besar terdapat tiga kelas yang sering digunakan yaitu kelas A, B
dan C. Perbedaan diantara ketiganya adalah jumlah Host dan Network.
Kelas IP Address yang paling banyak digunakan pada jaringan lokal adalah kelas
C. Alasannya, karena jumlah host yang bisa dipakai tidak terlalu sedikit dan
tidak terlalu banyak, yaitu 254 host IP Address. IP tersebut
bisa bernilai 192.0.0.0 sampai dengan 223.255.255.255
Pada jaringan lokal anda akan banyak menjumpai IP 192.168.0.0 sampai
dengan 192.168.255.255 . IP Address itu termasuk kedalam kelas C.
]
Lengkapnya kelas IP itu terdapat 5 bagian kelas,
- Untuk
IP Address kelas A biasa digunakan pada sistem jaringan skala
besar. Bit pertama diawali dengan angka 0. Untuk panjang Network ID adalah
1 oktet sedangkan panjang Host ID 3 oktet. Jumlah host pada kelas A dapat
mencapai 16.777.216.
- Untuk
IP Address kelas B biasanya lebih sering digunakan pada sistem
jaringan skala besar dan menengah dengan daya tampung mencapai kurang
lebih 65.536 host diseluruh dunia. Panjang Network ID pada kelas ini
adalah 2 oktet sedangkan panjang Host ID 2 oktet.
- Untuk
IP Address kelas C biasa digunakan pada sistem jaringan skala
kecil dengan daya tampung hanya 256 host. Untuk panjang Network ID adalah
3 oktet sedangkan panjang Host ID 1 oktet.
- Untuk
IP Address kelas D digunakan khusus untuk keperluan multicasting,
dimana IP address (host) awal adalah 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255.
Dalam multicasting juga tidak mengenal istilah Network ID dan Host ID.
- Untuk
IP Address kelas E dicadangkan hanya untuk keperluan
eksperimental saja, dimana IP address (host) awal adalah 240.0.0.0 hingga
255.255.255.255. Sama halnya dengan Kelas D, IP Address kelas E juga tidak
mengenal istilah Network ID dan Host ID.
Cara Setting IP Address
Sampai disini anda sudah mengetahui bentuk IP yang
sebenarnya dan apa itu Subnet mask. Sedangkan untuk menyeting IP anda membutuhkan
beberapa kolom isian lagi yang harus dipahami, yaitu defaulit gateway dan dns.
Kolom Gateway bisa diisikan dengan alamat router. Router itu sendiri berfungsi
untuk menjebatani antara jaringan anda dengan jaringan yang
lain seperti jaringan lokal anda dan jaringan internet. Maka agar
komputer yang anda setting bisa terhubung ke internet harus di setting alamat
IP Router pada default gateway.
Modem yang diberikan oleh isp juga dianggap sebagai router, sehingga untuk
terhubung ke internet kita tinggal mengisikan alamat modem pada gateway.
Biasanya 192.168.1.1
Sedangkan DNS adalah sebuah server yang berfungsi untuk menerjemahkan domain ke
alamat IP. Misalnya ketika anda mengunjungi meretas.com sebenarnya anda
mengakses ke alamat IP tertentu di internet.
Untuk menyeting IP di sistem operasi windows anda bisa menuju ke Control Panel
> Network and Internet > Network Connection > Local Area Connection
lalu pilih IPv4 dan isikan apa yang sudah anda pelajari pada artikel ini.
Sedangkan untuk setting IP pada sistem operasi linux, karena sedikit
panjang sepertinya membutuhkan artikel khusus yang akan saya publish
dilain kesempatan.
Cara Subnetting IP Kelas C
- Jumlah
Subnet dirumuskan dengan 2x
- Jumlah
Host/Subnet dirumuskan dengan 2y – 2
- Blok
subnet di rumuskan dengan 256 - jumlah desimal subnet mask
- Alamat
brodcast didapat dengan mengurangi 1 host pada blog subnet
Seperti pada contoh perhitungan dibawah ini. Jika suatu
perusahaan memiliki 4 bagian yaitu marketing,staff admin,manager dan keuangan.
Maka IT perusaahan tersebut membuatkan ip address private menggunakan
192.162.10.0/26. Maka didapat perhitungannya sebagai berikut :
ip address
= 192.162.10.0/26
subnet mask =
255.255.255.192
desimal subnetmask = 11111111.11111111.11111111.11000000
1. Jumlah Subnet dirumuskan dengan 2x dimana
x adalah banyaknya angka biner 1
22 = 4 subnet
2. Jumlah host / subnet dirumuskan dengan 2y –
2 dimana x adalah banyaknya angka biner 0
26 - 2 = 64 host
/ subnet
3 Blok subnet didapat dari 256 - 192 = 64
karena kita memiliki 4 subnet maka blok
subnet juga harus 4 buah. Maka menjadi 0,64,128,192
dan ditulis 192.168.10.0 ,
192.168.10.64 , 192.168.10.128 , 192.168.10.192
4 Menentukan alamat brodcast adalah dengan mengurangi
1 host pada tiap blog subnet
maka ditulis 192.168.10.63 ,
192.168.10.127 , 192.168.10.191 , 192.168.10.255
Dari perhitungan diatas maka jika kita jabarkan didalam
sebuah tabel dibawah ini. Setelah kita jabarkan kemudian kita bisa desain
topologi jaringan dengan empat buah switch dan satu router. setiap switch
mendeskripsikan jaringan pada satu bagian dalam perusahaan. Pada bagian
marketing maka ip yang dapat digunakan antara 192.168.10.1 sd 192.168.10.62.
Pada bagian staff admin ip yang dapat digunakan antara 192.168.10.65 sd
192.168.10.126. Pada bagian manager ip yang dapat digunakan antara
192.168.10.129 sd 192.168.10.190. Sedangkan bagian keuangan ip yang dapat
digunakan antara 192.168.10.193 sd 192.168.10.254. Dari semua alamat ip
tersebut maka penulisan subnet mask tetap pada 255.255.255.192.
Bagaimana sekarang sudah paham tentang perhitugan subnetting
diatas ?. Kesimpulan yang akan saya berikan adalah :
- Subneting
digunakan untuk membagi jaringan menjadi beberapa sub jaringan dengan
meminjam bit biner
- Khusus
perhitungan subneting penggunaan prefix maksimal hanya sampai /30
dikarenakan adanya pengurangan 2 yang digunakan untuk subnetwok dan
broadcast
- Subneting
digunakan untuk menentukan Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet,
Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast
1. Berapakah panjang bit yang terbentuk dari “host” IP Address kelas A...
a. 24 bits
b. 16 bits
c. 8 bits
d. 32 bits
e. 64 bits
2. Berapakah panjang bit yang terbentuk dari “host” IP Address kelas B...
a. 24 bits
b. 16 bits
c. 8 bits
d. 32 bits
e. 64 bits
3. Berapakah panjang bit yang terbentuk dari “host” IP Address kelas C...
a. 24 bits
b. 16 bits
c. 8 bits
d. 32 bits
e. 64 bits
4. Jika dikonverterkan binary 11000000 menjadi bilangan desimal maka memiliki hasil...
a. 128
b. 192
c. 224
d. 240
e. 220
5. /26, jika diuraikan kedalam subnetmask adalah...
a. 255.0.0.0
b. 255.255.0.0
c. 255.255.224.0
d. 255.255.255.192
e. 255.255.255.0







Comments
Post a Comment